Rahasia itu berkaitan dengan sebuah tombol lift yang tidak tercantum di panel resmi.
Tombol bertuliskan angka 0.
Anehnya, tombol itu hanya muncul setelah pukul dua belas malam.
Banyak petugas keamanan mengaku pernah melihatnya, tetapi sebagian besar memilih diam. Mereka tahu satu aturan yang selalu diwariskan dari petugas lama:
Jangan pernah menekan tombol lantai nol.
Rian, seorang petugas keamanan baru, menganggap cerita itu hanya candaan senior. Ia baru bekerja selama dua minggu dan belum pernah mengalami hal aneh di gedung tersebut.
Suatu malam, ia mendapat giliran patroli sendirian.
Pukul menunjukkan 00.17.
Setelah memeriksa beberapa lantai, Rian masuk ke lift untuk kembali ke ruang keamanan di lantai dasar.
Saat pintu lift tertutup, ia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti bernapas sesaat.
Di bawah tombol lantai satu, muncul sebuah tombol kecil dengan angka 0 berwarna merah redup.
Rian teringat cerita para senior.
Namun rasa penasaran lebih besar daripada rasa takut.
Ia menekan tombol itu.
Lift langsung bergerak turun.
Awalnya biasa saja.
Tetapi beberapa detik kemudian, layar indikator lantai mulai menunjukkan angka yang tidak masuk akal.
1...
0...
-1...
-2...
-3...
Lift terus turun.
Rian mulai panik dan menekan tombol darurat.
Tidak ada respons.
Lampu lift berkedip beberapa kali sebelum akhirnya berubah menjadi cahaya kekuningan yang redup.
Lalu lift berhenti.
Ding.
Pintu perlahan terbuka.
Di depan Rian LOGIN LTDTOTO bukanlah lantai parkir atau ruang bawah tanah.
Melainkan sebuah koridor panjang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Dindingnya tua dan kusam, seolah berasal dari bangunan puluhan tahun lalu.
Lampu-lampu gantung menyala samar.
Tidak ada suara apa pun.
Karena penasaran, Rian melangkah keluar.
Begitu ia keluar, pintu lift tertutup sendiri.
Koridor itu terasa sangat dingin.
Di sepanjang dinding terdapat banyak pintu dengan nomor ruangan yang aneh.
Namun setiap pintu memiliki foto seseorang yang ditempel di bagian tengahnya.
Saat Rian mendekat, ia menyadari semua foto itu adalah wajah manusia.
Sebagian tampak seperti foto identitas.
Sebagian lainnya tampak seperti hasil kamera pengawas.
Rian berjalan perlahan.
Jantungnya berdegup semakin cepat.
Lalu ia berhenti di depan pintu bernomor 117.
Di sana terdapat foto dirinya.
Foto itu mengenakan seragam keamanan yang sedang ia pakai malam itu.
Padahal foto tersebut jelas belum pernah diambil.
Tangannya mulai gemetar.
Di bawah foto itu terdapat tulisan kecil:
Penghuni Berikutnya.
Tiba tiba terdengar suara lift berbunyi dari ujung koridor.
Ding.
Pintu lift terbuka.
Beberapa sosok keluar satu per satu.
Mereka mengenakan pakaian kantor.
Wajah mereka pucat.
Mata mereka kosong.
Dan semuanya berjalan menuju pintu yang memiliki foto masing masing.
Tidak satu pun berbicara.
Tidak satu pun berkedip.
Rian mencoba berlari kembali ke lift.
Namun koridor itu terasa semakin panjang.
Setiap kali ia berlari, jarak menuju lift justru semakin jauh.
Kemudian terdengar suara dari pengeras suara tua yang tergantung di langit-langit.
Selamat datang di Lantai Nol.
Tempat bagi mereka yang seharusnya tidak datang.
Lampu mulai berkedip cepat.
Sosok sosok yang tadi berjalan perlahan kini menoleh bersamaan ke arah Rian.
Mereka tersenyum.
Senyuman yang terlalu lebar untuk wajah manusia.
Keesokan paginya, petugas keamanan lain menemukan ruang kontrol dalam keadaan kosong.
Rian tidak pernah ditemukan.
Namun sejak malam itu, tombol lantai nol masih sesekali muncul di lift gedung tersebut.
Dan menurut beberapa petugas lama, jumlah foto di koridor bawah tanah itu kini bertambah satu.
Foto seorang pria muda berseragam keamanan.
Di bawahnya tertulis
Penjaga Lantai Nol.